I believe in Newton's Third Law

For every action there is an equal and opposite reaction.
It happens in reality. It really does.

Want to share about your thoughts?
Email me: daniawwrr@yahoo.com :)
Showing posts with label school. Show all posts
Showing posts with label school. Show all posts

Friday, May 27, 2011

Bukan Semata-mata Pergi ke Sawah atau Bermain Layangan

Saya baru saja menjalani suatu program yang setiap tahun diadakan bagi siswi-siswi kelas XI di sekolah saya. Program tersebut disebut live-in. Memang sudah banyak pula sekolah-sekolah lain yang juga menjalani program ini, bahkan di SMP tempat saya bersekolah pun, sekarang program ini diadakan. Namun baru kali ini saya mendapat kesempatan untuk mengikuti live-in ini.

Desa yang kami tempati berada di dalam kabupaten Sleman. Lebih tepatnya lagi, sebagian dari kami ditempatkan di beberapa lingkungan di Paroki Klepu. Sedangkan sisanya bertempat di Samigaluh, Kulon Progo.

Bagi kami yang bertempat di Klepu, kami terbagi di beberapa daerah, seperti Pojok, Kleben, Sendangsari, dan Sendangrejo. Saya dan Nadia, teman sekamar saya, kebetulan mendapat Justify Fulldaerah Sendangrejo, yang kebetulan juga cukup jauh dari teman-teman saya yang lain.

Sebelum sampai ke rumah yang akan kami tempati, saya telah menyiapkan diri secara fisik ataupun mental, untuk melihat keadaan yang paling buruk yang dapat saya bayangkan. Saya tidak membawa keperluan-keperluan saya yang biasanya memenuhi meja rias di rumah saya. Saya tidak membawa bantal, selimut, atau boneka kesayangan saya (memang tidak punya sih). Saya tidak membawa sereal untuk menjaga-jaga kalau saya tidak akan menyukai makanan di sana. Saya hanya membawa kaos secukupnya. Saya sudah membawa deterjen untuk mencuci baju pakai tangan di sana. Ya, cukup. Intinya saya sudah benar-benar mempersiapkan diri saya untuk menginap selama 6 hari 5 malam di sebuah rumah yang keadaannya sungguh bertolak belakang dengan tempat tinggal saya di Jakarta.

Tanpa kami sangka-sangka, mobil yang mengantar kami dari paroki Klepu ke Sendangrejo tersebut berhenti di depan sebuah rumah yang jauh lebih baik dari ekspektasi kami. Jauh sekali.

Bagian lantai rumah seluruhnya sudah dilapisi oleh keramik, sedangkan dinding-dinding juga telah dicat dengan cat tembok. Kami sempat mengira, kami diturunkan di rumah yang salah. Tetapi ternyata tidak. Yang lebih mengagetkan lagi, orang tua kami di sana bekerja di kantor, dan memiliki toko pertanian. Mereka bukan petani, atau guru, atau tukang cuci, atau pengrajin, dan sebagainya. Mereka memiliki dua anak perempuan. Anaknya yang pertama baru saja lulus SMA, dan anaknya yang kedua baru saja menyelesaikan UN SMPnya. Rumah mereka sangat nyaman, cukup bersih, dan cukup luas. Mereka memiliki dua televisi, kulkas, rice cooker, dan kompor. Bahkan juga satu mobil, dan empat motor.

Hal tersebut semakin membuat saya bingung. Saya kira.. Desa yang akan kami tempati, tidak memiliki aliran listrik. Atau, rumah yang mereka tempati hanya berdinding bambu. Tetapi ternyata.. Saya dan Nadia diberi kesempatan untuk tinggal di tempat yang begitu nyaman. Kegiatan kami pun cukup beragam. Mulai dari pergi ke kota untuk menemani anak pertama Bapak dan Ibu untuk berkonsultasi mengenai kuliah, pergi ke gereja, doa rosario bersama, bermain layangan, bermain gamelan, membantu Ibu menyapu dan memasak, dan sebagainya.

Karena rumah yang kami tempati berlokasi cukup jauh dari rumah yang ditempati teman-teman kami lainnya, selama empat hari pertama kami sama sekali tidak bertemu dengan teman-teman lain. Dan jujur saja, saya sangat menikmati hari-hari itu. Hari-hari di mana kami lebih terfokus pada kegiatan live-in yang menekankan hubungan kami dengan keluarga yang bersangkutan, bukan bermain dengan teman-teman kami dari Jakarta yang tinggal sedusun. Lima hari tanpa fasilitas seperti di kota, seperti HP, laptop, internet, dll, sungguh menenangkan bagi saya dan Nadia. Kami pun cukup menikmati hari-hari itu. Hanya saja pada hari ke lima, kami sempat bertemu dengan beberapa teman kami yang ternyata memang ditempatkan di rumah-rumah yang cukup jauh dari rumah yang kami tempati. Mereka pun begitu antusias bercerita tentang keluarga baru mereka yang cukup beragam. Beberapa dari orang tua mereka bekerja sebagai petani dan guru. Sebagian dari mereka juga memiliki pengalaman menyentuh masing-masing.

Dan saya? Saya pun memiliki pengalaman yang menurut saya juga berbeda dengan mereka yang pergi ke sawah, ke sekolah tempat Bapak/Ibunya mengajar, atau ke pasar untuk membeli aneka jajanan dan bahan-bahan memasak. Saya juga mendapat banyak nilai-nilai baru yang sebelumnya tidak saya temukan di Jakarta. Hmm, mungkin pernah saya temukan, tetapi nilai-nilai itu lebih dapat saya hayati di Sendangrejo.

Bagi saya, makna kegiatan ini bukan semata-mata terlihat ketika kita pergi ke sawah, memberi makan kerbau di kandang, pergi ke pasar, atau bermain layangan. Namun saya lebih menekankan pada kehidupan yang jauh dari keluarga di Jakarta (atau tempat tinggal tetap kita lainnya), yang mengharuskan kita beradaptasi dengan keluarga baru di desa. Saya juga belajar untuk menerima orang lain apa adanya, tanpa melihat kita keturunan pribumi, Tionghoa, atau lainnya. Mereka di sana begitu terbuka, akrab satu sama lain, dan.. Hangat. Jujur saja, jarang sekali masyarakat seperti itu saya temukan di Jakarta.

Dan hari ini, saya pun kembali ke rumah dengan senyuman. Senyuman akan nilai-nilai baru yang saya peroleh, dan senyuman akan kehidupan kota Jakarta yang akan saya nikmati lagi.

Wednesday, December 29, 2010

Juara Satu

PSUMB: Putri Santa Ursula Marching Brass
Grand Prix Marching Band XXVI (26th of Dec '10)

Photobucket
Tannia Meyana (left) and Zenia Adiwijaya (right)

Photobucket
Carolina Theresa

Photobucket

Well they've made it!

Thursday, August 26, 2010

Geografi

Hari ini, saya menghadapi ulangan geografi, yang memang (bagi saya) merupakan pelajaran program IPS yang cukup sulit. Menarik, tapi ya.. Sulit.

Yang saya akan ceritakan ini tidak ada hubungannya dengan pelajaran geografi. Tapi ya, lihat saja.

G: guru
M: murid


Guru geografi saya mempunyai kebiasaan menampilkan soal ulangan melalui slide. Untuk ulangan kali ini, soalnya berbentuk pilihan ganda, berjumlah 30 soal.
G: Ayo udah pada siap ya?
M: Udah, Pak.
(Nomor demi nomor berlalu. Sampai dengan nomor 22, tiba-tiba ada kejanggalan)
M: Pak, kok soal nomor 23 nggak ada?
G: Wah masa sih?
M: Iya tuh Pak. Habis 22, langsung 24, Pak.
G: Oh, iya ya. Oke, begini deh. Kalian tulis dulu nomor 23 di kertas ulangan kalian.
M: Udah, Pak.
G: Kemudian kalian gambar lingkaran kecil di tempat jawaban nomor itu.
M: Udah, Pak.
G: Kemudian, kalian gambar wajah manusia tersenyum di situ. Menandakan soalnya dianulir.
M: (tertawa)
G: Hayoo siapa yang nggak gambar orang tersenyum?

Jujur, saya merasa ada sesuatu yang berarti dari hal sederhana tadi. Saya menemukan kebahagiaan. Hanya dengan gambar wajah sederhana yang dibuat dengan pulpen tinta, yang hanya sebesar satu baris kertas ulangan. Pada saat, ulangan geografi. Lucu juga ya. Apa hubungannya dengan soal yang dianulir?

Menarik saja. Kreatif. Yang jelas, intinya bahagia.

Tuesday, August 17, 2010

Tanah Air

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Foto-foto:
Soshi Tei (Sosial Top Sekali)
Sushi (Sebelas IPS Satu Shiiiiiiip)
Sashimi (Sebelas IPS Dua apa gitu)

dan INDONESIA.

Friday, May 21, 2010

No Big Deal

Photobucket
Photobucket

This week is not that bad. Because it'll soon come to an end : )

The 27th will be the last day of the exams, and I'm sooo looking forward into it.
I'm hoping for a good result hihihi

Thursday, April 22, 2010

Kami Wanita

Sulit ngatur-ngatur urutan fotonya, jadi maaf ya berantakan. Hehehe.

Jadi, kemarin acaranya adalah lomba untuk seluruh kelas X dan XI. Kita harus membujuk wali kelas atau salah seorang guru untuk dijadikan model pahlawan yang tampil pada acara Kartini bersama di aula. Pak Panji wali kelas saya tidak bisa, akhirnya kita pun membujuk Pak Robert (guru matematika dan TIK) untuk menjadi model. Dan akhirnya beliau mau, dengan peran sebagai Si Pitung!

Penampilannya bagus-bagus! :)

Pak Robert jadi Si Pitung (penampilan dari X1- kelas saya)


Bu Tuti jadi Tuanku Imam Bonjol dari X2, sangat gokil!


Greenlite tampil! Walaupun (sedikit) hancur tapi tetap bahagia!
(photo above edited by Feby)

ki-ka : Icha, Nina, Sisi, Manda, Riska, Feby, Yoshi, (saya), Anggra, dan Erin!

ki-ka: Rizca, Tannia, Tassha, Tiffany, Alice

selendang olen yang saya pakai

bawang merah bawang putih


kelas saya, X1 : )

Foto-foto saya ambil dari Feby, Alice, dan blog milik Regina.
Saya menyesal tidak membawa kamera. Aarghh.

Wednesday, April 21, 2010

Wanita dan Pria: Makhluk Komplementer

Hari ini, murid-murid di sekolah saya harus mengenakan pakaian daerah. Ada yang pakai kebaya, baju bodo, bajunya suku Dayak yang saya nggak tau apa namanya, bajunya orang Aceh yang saya juga nggak tau namanya, dan lainnya. Saya sendiri pakai kebaya putih, warna bawahannya coklat. Sementara yang lain menyewa di sana-sini, untungnya saya sudah punya kebaya. Secara saya kan orang Indonesia yang baik. Apa hubungannya ya?

Hari ini tanggal 21 April. Hari Kartini. Hari di mana setiap tahun kita memperingati perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai pahlawan yang memperjuangkan hak-hak wanita, terutama dalam hal pendidikan. Saya pun cukup mengidolakan R. A. Kartini. Jujur saja, saya tidak pernah rela kalau ada orang yang meremehkan wanita. Kata orang, dulu wanita itu benar-benar tersingkirkan. Kerjanya cuma di dapur, di kamar, atau di kamar mandi (dandan maksudnya). Wanita itu kesannya lemah, nggak bisa apa-apa, rentan, ya pokoknya begitulah. Sampai sekarang, kalau saya lihat, sepertinya masih ada pandangan-pandangan semacam itu.

Contohnya gini:
A (pria): "gimana kalau si B(wanita) yang jadi ketuanya?"
C (pria): "wah jangan, dia kan cewek."

Yang saya bingung sih, kenapa memangnya kalau wanita?
Pada zaman (yang katanya) emansipasi wanita ini, hal semacam itu saja masih sering terjadi. Ya nggak sering juga, tapi banyak orang masih terbawa pandangan itu. Saya nggak bisa bayangin, gimana zaman dulu ya? Waktu wanita masih bener-bener dianggap jauh lebih rendah dibanding pria.

Yah sebenarnya, maksud saya bukan untuk mempermasalahkan keadaan sekarang ini. Saya tidak pernah khawatir lagi sekarang. Ada Ibu kita Kartini (putri sejati, putri Indonesia), Dewi Sartika, berbagai tokoh pembela wanita, dan ada kita semua.

Bukan berarti kita gila hormat. Bukan berarti kita menuntut pria menyembah wanita. Bukan berarti kita menganggap bahwa sekarang pria yang derajatnya lebih rendah daripada wanita. Intinya, kita menghargai dan dihargai. Kita punya kelebihan dan kelemahan kita sendiri. Begitu pun dengan pria. Semuanya setara. Pelecehan mungkin masih sering menimpa wanita, tetapi kenapa harus khawatir? Sebagai wanita, kita juga punya hak. Kita juga punya martabat. Kita juga punya harga diri. Mengapa takut? Lawan saja, kita bisa membela diri kita sendiri.

Jangan posisikan diri kita di posisi yang lemah. Jangan pula posisikan diri kita di posisi yang berkuasa dan merasa paling kuat. Jika semuanya setara, kita baru bisa saling melengkapi. Analoginya, seperti pensil dan penghapus. Mereka sama-sama alat tulis. Penghapus pun dibutuhkan saat kita menulis dengan pensil. Tetapi, jika kita pasangkan pensil dengan gelas. Pensil adalah alat tulis, sedangkan gelas adalah alat makan. Berbeda, sehingga tidak bisa saling melengkapi. Sama dengan kita, wanita dan pria. Sama-sama manusia.

Ya, lengkap kan?

Saya jadi ingat sebuah lagu lama. Lagunya Naif, judulnya Lagu Wanita. Hehehe.
Selamat Hari Kartini! :)

Foto-foto hari ini menyusul. Maaf untuk bahasa yang berantakan dan isi tulisan yang terlalu mentah dan sederhana. Sepertinya sekarang saya kesulitan untuk mengekspresikan diri melalui kata-kata.

Friday, February 19, 2010

Hitam Putih Hitam Putih Hitam Putih Hitam





















nggak tau kenapa gue suka deh ngeliatnya : ) hehehehe
sorry for the bad quality, using webcam :o

Sunday, January 24, 2010

The Agent Of Peace

PERANGKO
Pesan Perdamaian dan Gerakan Sosial
23 Januari 2010
Photobucket
Indah Lestari (penerima tamu)

Bangga sama sekolah saya ini.
Tema program unggulannya benar-benar menarik.
Apalagi tadi ada talkshow: Inayah (putri GusDur yang paling bungsu) dan Jaya Suprana.
Beneran bagus banget.

Greenlite main :)
Ada berbagai lomba. Terutama lomba band yang paling asik.
Garage sale, banyak deh.
Ramai juga.
Ah, seru deh. Hehehehe.

I also went to EX with some friends today. Let see if I can write about it tomorrow :)

Wednesday, January 13, 2010

4 Thumbs Up!

Click on the picture to get further information

Saturday, January 9, 2010

Tanggal 9-1

akibat berjuang untuk para kuninghitam

91 di mana-mana




91 di dahiku





Selalu

91 di didadaku
91 kebanggaanku
Kuyakin hari ini pasti menang
Kobarkan semangatmu
Tunjukkan sportivitasmu
Kuyakin hari ini pasti menang

Saya cinta sembilan satu.
Hari ini tanggal sembilan bulan satu.
Haaaaaaaaaaaaaaaaaa rindu banget banget!






IX-I
kelasku, kebanggaanku


photos by melisa and vina,
taken from album in facebook

Tuesday, December 22, 2009

Yang Lain Libur

Kita?

Photobucket
Photobucket
lomba membuat pohon natal sekelas, sedang dinilai
(l-r: Bu Pur, Bu Arimbi, Bu Rohambar)


Photobucket
Photobucket
Nydia (kanan) jadi hairstylist

Setelah itu, gue dan Feby ada latihan band. Tapi, kita malah kebanyakan main-main dan foto-foto.
Photobucket
paling bawah: feby, ka-ki: mendy, manda, gue, nina, erin, anggra, taken by kak lintang kalo gak salah

21st of Dec 09

Gue quick-post aja ya. Lagi (agak) sibuk. Hehehe.

Saturday, December 19, 2009

The Rest of The Year

Hey folks! It's almost Christmas. It means 2010 is getting closer too. After exams, we had classmeeting. Then, we had a training program for communication on Wednesday, Thursday, and today (Saturday). I found it really interesting and useful for us.

Let me tell you a bit about it.
So we moved to another class which was wider than our class. So, during the couching, most of us sat on the floor. We had some cool games and watched some movies. We watched I Not Stupid Too on Wednesday (it was sorta dumb but meaningful, a Singaporean movie). Then we also saw Freaky Friday on Thursday. Both of the movie taught us about how important the communication is needed, especially in the family, or between children and their parents.

Yea I forgot to tell you about the facilitators. They were Kak Wonni and Kak Ricci. They presented some materials about communication, such as styles of communication, empathy, and many more. My favorite part was the last lesson. It was about trusting each other. We had a game called Trust Fall. It's difficult to explain how it worked. But I'm sure most of you know about this game. It's like letting yourself fall back, and some of your friends are at your back, ready to save you so you won't get hurt.

Photobucket
During recess, we were just lying on the floor. Then we made this (X-1)! Hahaha.

Photobucket
Tiffany, Rizca, Feby, Alice, Tannia, and Tassha

Photobucket
Feby (you looked pretty here! haha), Kak Wonni, Kak Ricci, Alice

Photobucket
X-1, captured by Angel's mom

Today, our parents (either mom or dad) came to school and gathered with us in our class. We had some chats and discussion, and also games with them. Kak Wonni and Kak Ricci also gave chance for us who wanted to say something, especially about communication between parents and their kids. We (the students) also did some presentations about what we have learned these 3 days.

And the cute thing was, we (the students) had to bring some presents (I think it's a kinda appreciation) for our parents. Then our parents wrote us letters there.

Photobucket
Tannia and her dad, and her present for her dad (so cute)

Photobucket
Above is my present for my mom. A photo, yes. Hahaha. Does it look abstract? If you don't understand, actually it's about parents' love which is very strong. So I made two LOVEs. Then I spilled out the water. The first one is my parents' love, it's not fading out. But the other love, it's gone. What sorta love is it?
Yea it's quite difficult to understand but it's all that I could make for my mom.

I bet we'd get lots of advantages from this activity. It's a good thing to fill spare time in the rest of this year. Okay then, bye folks!

Tuesday, December 15, 2009

5%

Bagi saya, salah satu kerugian menjadi tukang foto ialah saya sedikit difoto. Kurang lebih 95% adalah foto orang lain. Tapi, tidak apa-apa.

Photobucket
before we lost our urat malu (boyband: tannia, me, feby, alice, stefi)

Photobucket
tannia, i have to admit that you look really cool here

Photobucket
kaos 10-6, bagus ya

Photobucket
be mine

Photobucket
shasha, you're great! :)

Photobucket
10-1 (belum semua) after playing softball (you won't find me there haha)

Walaupun saya (sok) sibuk foto-foto,
walaupun foto saya cuma 5% dari foto-foto itu,
walaupun panas (tidak penting),
hari ini seru!

Asiknya, kelas-kelas di satu angkatan saling dukung. Jadi rame, hehe.
Ah, rindu deh sama sembilan satu di dadaku. Sepuluh satu belum di dada nih, hahaha.